Ketua MUI Kabupaten Bantaeng Dr. KM. Hamzah Israil, S.Pd.I., M.A. menyampaikan tausiah dalam acara Halal Bihalal 1447 H yang digelar DPD LDII Kabupaten Bantaeng di Nurul Mahmud, Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan sinergi antarumat.

BANTAENG – Di tengah tantangan menjaga persatuan umat dan menguatkan harmoni sosial di tingkat daerah, DPD LDII Kabupaten Bantaeng memanfaatkan momentum Halal Bihalal 1447 Hijriah sebagai ruang mempererat ukhuwah Islamiyah lintas elemen masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Nurul Mahmud, Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/5/2026) pukul 20.00 WITA itu dihadiri pengurus LDII, Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua MUI Kabupaten Bantaeng periode 2025-2030, Dr. KM. Hamzah Israil, S.Pd.I., M.A., yang hadir sebagai penceramah utama menegaskan pentingnya menjadikan halal bihalal sebagai sarana memperkuat persaudaraan sesama Muslim.

"Momentum halal bihalal harus kita maknai sebagai ajakan saling menghargai, memahami, dan memuliakan sesama umat manusia," ujar Hamzah Israil dalam tausiahnya.

Menurutnya, ukhuwah Islamiyah tidak boleh dibatasi oleh kelompok atau golongan tertentu. Persaudaraan harus diperluas kepada seluruh umat Islam sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan bangsa.

"Halal bihalal menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat persaudaraan di antara kita. Ukhuwah itu mari kita perluas, bukan hanya yang segolongan dengan kita, tetapi selama dia adalah Muslim maka dia adalah saudara kita," tambahnya.

Ketua DPD LDII Kabupaten Bantaeng, Hanafi, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal telah menjadi agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat hubungan internal warga LDII sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hanafi juga memaparkan berbagai program pengabdian LDII yang terus dijalankan di tengah masyarakat. Program tersebut mencakup penguatan pendidikan keagamaan berbasis Al-Qur'an dan Hadis, kegiatan Cek Kesehatan Gratis, serta gerakan Cinta Alam Indonesia yang berfokus pada pelestarian lingkungan.

Menurutnya, program-program tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata LDII dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang religius, sehat, dan peduli lingkungan.

"LDII terus berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya pada bidang pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan masyarakat," kata Hanafi.

Kegiatan halal bihalal memiliki relevansi kuat dengan kondisi sosial masyarakat saat ini yang membutuhkan ruang dialog, silaturahmi, dan penguatan kebersamaan.

Kabupaten Bantaeng sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki keberagaman organisasi keagamaan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.

Melalui kegiatan tersebut, LDII Bantaeng berupaya memperkuat komunikasi antarumat Islam sekaligus membangun semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.

Suasana kekeluargaan terlihat sejak awal hingga akhir acara. Jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tausiah keagamaan, hingga doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Bantaeng.(Mus/Ac)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar