Di tengah tekanan ekonomi global dan konflik Timur Tengah, warga LDII Jawa Timur justru meningkatkan jumlah hewan kurban hingga menembus Rp172 miliar

SURABAYA — DPW LDII Jawa Timur menghimpun hewan kurban senilai sekitar Rp172 miliar pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Jumlah tersebut terdiri atas 5.702 ekor sapi dan 9.144 ekor kambing yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.


Peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini menjadi perhatian tersendiri. Sebab, capaian tersebut terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipengaruhi konflik geopolitik di Timur Tengah dan ketidakstabilan harga pangan dunia.

Pada Iduladha 1446 Hijriah tahun lalu, warga LDII Jawa Timur menghimpun 5.542 ekor sapi dan 7.055 ekor kambing. Artinya, terdapat kenaikan signifikan terutama pada jumlah kambing kurban.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, H. Moch Amrodji Konawi, mengatakan meningkatnya jumlah hewan kurban menunjukkan semangat kepedulian sosial masyarakat yang tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi.

“Daging kurban yang dihimpun didistribusikan kepada masyarakat sekitar, terutama warga yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujar Amrodji saat ditemui di Kantor DPW LDII Jawa Timur, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, Iduladha bukan sekadar ritual ibadah tahunan, tetapi momentum memperkuat solidaritas sosial dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan kurban menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga,” katanya.


Fenomena meningkatnya jumlah kurban di lingkungan LDII Jawa Timur dinilai menjadi indikator kuatnya solidaritas sosial masyarakat akar rumput. Di tengah kenaikan kebutuhan hidup dan tekanan ekonomi global, masyarakat tetap memprioritaskan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan sekaligus kepedulian terhadap sesama.

Distribusi daging kurban dilakukan secara merata kepada masyarakat sekitar, termasuk kelompok warga yang membutuhkan. Skema distribusi tersebut dinilai membantu memperkuat ketahanan sosial masyarakat di momen Hari Raya Iduladha.

Selain itu, LDII Jawa Timur juga mengingatkan seluruh panitia kurban untuk menerapkan prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal, mulai dari pemilihan hewan, proses penyembelihan, hingga distribusi daging.

Prinsip tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas daging kurban sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat penerima manfaat.

Menariknya, pelaksanaan kurban tahun ini juga mulai mengarah pada konsep ramah lingkungan. Sejumlah panitia kurban di berbagai daerah mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan beralih menggunakan besek maupun kemasan nonplastik.

Langkah itu dilakukan untuk mengurangi limbah plastik sekaligus menjaga kualitas daging tetap baik selama proses distribusi.

“Penggunaan kemasan nonplastik juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menjaga kualitas daging kurban tetap baik saat didistribusikan,” ujar Amrodji.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, DPW LDII Jawa Timur juga menerima bantuan hewan kurban dari sejumlah pihak.

Pada Iduladha tahun ini, masing-masing satu ekor sapi kurban diterima dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.

Bantuan tersebut dinilai menjadi simbol kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam memperkuat nilai kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.(Bejo)

Sumber Resmi
DPW LDII Jawa Timur
Keterangan resmi Ketua DPW LDII Jawa Timur H. Moch Amrodji Konawi
Data internal penghimpunan hewan kurban Iduladha 1447 H

Posting Komentar