
Pengurus DPW LDII Jawa Timur melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur di Surabaya terkait sosialisasi kurban sehat dan halal menjelang Idul Adha 2026.
Surabaya - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, DPW LDII Jawa Timur memperkuat langkah edukasi publik terkait pelaksanaan kurban sehat dan halal dengan menggandeng Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi ini dinilai strategis di tengah meningkatnya kebutuhan pengawasan kesehatan hewan kurban dan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan berbasis syariat.
Pertemuan koordinasi antara pengurus DPW LDII Jawa Timur dan Dinas Peternakan Jatim berlangsung di Surabaya pada Senin (18/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya pengawasan hewan kurban berbasis prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, menyatakan pemerintah daerah terus memperkuat layanan kesehatan hewan menjelang Idul Adha. Langkah itu mencakup pengawasan lalu lintas ternak hingga pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah penyembelihan.
“Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur hadir untuk memastikan hewan kurban yang beredar memenuhi prinsip ASUH, sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Indyah Aryani.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti LDII menjadi bagian penting dalam membangun edukasi publik yang lebih luas terkait tata kelola kurban sehat. Pemerintah tidak hanya fokus pada pengawasan teknis, tetapi juga mendorong literasi masyarakat mengenai pemilihan hewan kurban yang sesuai standar kesehatan dan syariat Islam.
LDII Jatim Siapkan Sosialisasi Hybrid Libatkan 200 Peserta
Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur, Akhmad Malik Afandi, mengatakan pihaknya akan menggelar sosialisasi bertajuk “Berkurban Sehat dan Halal” secara hybrid di Gedung Serbaguna Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya.
Kegiatan tersebut dijadwalkan melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Materi yang diberikan tidak hanya membahas kesehatan hewan, tetapi juga tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam serta prosedur pemilihan hewan kurban yang memenuhi syarat.
“Kami mengundang Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur untuk membuka acara sekaligus memberikan pemaparan terkait kurban sehat dan halal. Materi sosialisasi tidak hanya mencakup aspek kesehatan hewan, tetapi juga tata cara memilih hewan kurban yang memenuhi syarat serta proses penyembelihan sesuai ketentuan syariat Islam,” ujar Malik.
Ia menegaskan, edukasi kurban sehat menjadi kebutuhan mendesak karena tingginya mobilitas distribusi hewan ternak menjelang Idul Adha berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan jika tidak diawasi secara ketat.
Momentum Penguatan Ketahanan Pangan dan Keamanan Konsumsi
Kolaborasi LDII dan Dinas Peternakan Jawa Timur juga dinilai memiliki dampak strategis terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis keamanan konsumsi masyarakat. Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah pemasok hewan ternak terbesar nasional sehingga pengawasan kualitas hewan kurban menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Langkah sosialisasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kurban sehat, terutama dalam memastikan daging yang dikonsumsi memenuhi standar kesehatan, bebas penyakit, dan sesuai syariat.
Selain itu, pendekatan edukatif berbasis organisasi masyarakat dinilai efektif menjangkau komunitas hingga tingkat akar rumput menjelang momentum Idul Adha 2026.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Wakil Sekretaris DPW LDII Jawa Timur Royan Abdillah Zakaria, Ketua Biro Pengabdian Masyarakat (Penamas) Rio Azadi, serta Ketua Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) Sofyan Gani Aldinata.(Sof/Wid/B)
Posting Komentar