Prosesi pelantikan dan pengukuhan Pengurus DPD LDII Kabupaten Pati periode 2025–2030 di Pendapa Kabupaten Pati Sabtu 9 Mei 2026

Pati - (9/5/2026) Pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD LDII Kabupaten Pati periode 2025–2030 tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi. Momentum tersebut berubah menjadi ruang konsolidasi pembangunan daerah ketika Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi menghadapi berbagai tantangan daerah, mulai dari kesehatan hingga penguatan sumber daya manusia.


Dalam sambutannya, Risma menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Pati tidak dapat dilakukan pemerintah daerah sendirian. Menurutnya, kontribusi organisasi masyarakat seperti LDII menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan berbasis partisipasi publik.

“Pati ini luar biasa. Momentum ini jangan dijadikan momen biasa, tetapi menjadi semangat kebersamaan warga Pati untuk terus berupaya menyampaikan ilmu, gagasan, dan kontribusi nyata demi membangun Kabupaten Pati,” ujarnya saat menghadiri pelantikan pengurus DPD LDII Kabupaten Pati.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Pati mulai membuka pola pembangunan kolaboratif yang melibatkan lebih banyak organisasi kemasyarakatan dalam penyelesaian persoalan publik.


Risma menyebut berbagai persoalan daerah akan lebih efektif ditangani apabila seluruh unsur masyarakat ikut terlibat. Karena itu, Pemkab Pati membuka ruang masukan dari organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga komunitas lokal.

“Pati tidak bisa dibangun hanya dari Pemerintah Kabupaten saja. Kami butuh saran dan masukan dari bapak ibu semua, khususnya teman-teman LDII. Kita harus bersama-sama berpikir demi mewujudkan cita-cita Kabupaten Pati,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun “super tim” dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan daerah tidak hanya ditentukan figur pemimpin, tetapi kemampuan seluruh unsur bekerja bersama secara kolektif.

“Daerah bukan hanya dilihat dari pemimpinnya yang hebat, tetapi bagaimana membentuk super tim yang mampu bekerja bersama untuk masyarakat,” tambahnya.

Pernyataan tersebut relevan dengan tantangan pembangunan daerah di Jawa Tengah yang kini semakin kompleks, terutama terkait kesehatan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, ketahanan pangan, hingga kualitas SDM di era digital.


Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Pati periode 2025–2030, Dr. Agung Andri Setiapudi, menegaskan kepengurusan baru akan diarahkan pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurut Agung, LDII Pati akan memperkuat kontribusi organisasi melalui sektor kesehatan, pendidikan SDM, energi, lingkungan, hingga ketahanan pangan.

“Harapan kami, kepengurusan DPD LDII yang baru dilantik dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan warga Pati dalam mendukung pembangunan Kabupaten Pati. Baik dari sisi peningkatan SDM, kesehatan, energi, maupun ketahanan pangan dan lingkungan,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai strategis mengingat Kabupaten Pati merupakan salah satu wilayah agraris di Pantura Jawa Tengah yang memiliki tantangan serius terkait kualitas kesehatan keluarga dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.


Salah satu program yang menjadi perhatian utama LDII Pati adalah percepatan penanganan stunting melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

Agung mengungkapkan, jumlah warga LDII di Kabupaten Pati mencapai sekitar 8.000 orang. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan sosial dalam memperluas edukasi kesehatan masyarakat.

“Salah satunya kami akan berkolaborasi di bidang kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, khususnya terkait penanganan stunting. Warga LDII di Kabupaten Pati jumlahnya sekitar 8.000 orang, sehingga kami optimistis bisa ikut berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, baik di lingkungan warga LDII maupun masyarakat secara umum,” jelasnya.

Program tersebut akan diperkuat melalui penyuluhan kesehatan bagi kaum ibu di sekitar masjid dan pondok pesantren LDII. Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif karena menyasar langsung keluarga sebagai garda terdepan pencegahan stunting.

“Nantinya kami juga akan memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu di sekitar masjid dan pondok pesantren LDII. Program ini akan kami fasilitasi secara berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambah Agung.

Pelantikan pengurus baru DPD LDII Kabupaten Pati periode 2025–2030 menjadi momentum penting transformasi organisasi kemasyarakatan dari sekadar aktivitas internal menuju gerakan sosial yang lebih terukur.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dinilai semakin penting di tengah kebutuhan percepatan pembangunan berbasis partisipasi warga. Dengan fokus pada isu kesehatan, ketahanan pangan, dan penguatan SDM, LDII Pati mencoba menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat akar rumput.

Di sisi lain, pendekatan kolaboratif juga menjadi bagian penting dalam memperkuat stabilitas sosial dan memperluas dampak program pembangunan hingga tingkat komunitas terkecil.(One/Ac)

Sumber Resmi
Keterangan resmi sambutan Plt Bupati Pati dalam pelantikan DPD LDII Kabupaten Pati 2025–2030.
Pernyataan Ketua DPD LDII Kabupaten Pati periode 2025–2030.

Posting Komentar