Warga LDII Desa Medaeng, Waru, Sidoarjo menghimpun 31 sapi dan 19 kambing pada Idul Adha 2026 dengan nilai mencapai Rp840 juta. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi sorotan utama pelaksanaan qurban tahun ini.

SIDOARJO — Momentum Iduladha 1447 Hijriah di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, tidak hanya menjadi perayaan ibadah tahunan, tetapi juga menghadirkan potret kuat solidaritas sosial masyarakat. Warga LDII Medaeng berhasil menghimpun 31 ekor sapi dan 19 ekor kambing dengan total nilai qurban mencapai sekitar Rp840 juta.

Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban yang dipusatkan di Masjid Baiturrohim Medaeng, Rabu (27/5/2026), berlangsung tertib, lancar, dan melibatkan puluhan panitia serta warga secara gotong royong sejak pagi hari. Antusiasme masyarakat terlihat mulai dari proses penyembelihan, pengemasan hingga distribusi daging qurban kepada warga sekitar.

Ketua PAC LDII Desa Medaeng, Bayu A. Satria menegaskan bahwa ibadah qurban tahun ini menjadi simbol nyata kepedulian sosial sekaligus kekompakan warga LDII di tingkat desa.
“Alhamdulillah, pelaksanaan ibadah qurban berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Tahun ini warga berhasil menghimpun 31 ekor sapi dan 19 ekor kambing dengan total nilai qurban sekitar Rp840 juta. Ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan kekompakan warga dalam berbagi kepada sesama melalui momentum Iduladha,” ujarnya saat ditemui di Masjid Baiturrohim Medaeng.

Warga LDII Desa Medaeng, Waru, Sidoarjo menghimpun 31 sapi dan 19 kambing pada Idul Adha 2026 dengan nilai mencapai Rp840 juta. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi sorotan utama pelaksanaan qurban tahun ini.

Menurut Bayu, semangat qurban tidak hanya berhenti pada aspek ibadah ritual semata. Di tengah tantangan ekonomi masyarakat yang masih dinamis, kegiatan tersebut menjadi instrumen penguatan sosial yang langsung dirasakan masyarakat.

Ia menilai tradisi gotong royong yang tumbuh dalam proses pelaksanaan qurban memperlihatkan kuatnya budaya kebersamaan warga di lingkungan LDII Medaeng. Mulai dari persiapan lokasi, penanganan hewan, hingga distribusi daging dilakukan secara terorganisir dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Kegiatan qurban tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahim, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.

Selain capaian di tingkat desa, pelaksanaan qurban warga LDII di Kabupaten Sidoarjo tahun ini juga mencatat angka signifikan. Berdasarkan data internal panitia, total nilai pelaksanaan qurban warga LDII se-Kabupaten Sidoarjo mencapai lebih dari Rp16 miliar.

Angka tersebut menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam mendukung distribusi pangan berbasis kepedulian sosial saat Iduladha. Di sisi lain, kegiatan ini turut memberikan dampak ekonomi bagi peternak lokal dan pelaku usaha distribusi hewan qurban di wilayah Jawa Timur.

Pelaksanaan qurban berbasis kebersamaan seperti yang dilakukan warga LDII Medaeng dinilai relevan dengan kebutuhan sosial masyarakat perkotaan penyangga Surabaya seperti Kecamatan Waru, yang memiliki tingkat mobilitas tinggi namun tetap menjaga tradisi sosial keagamaan.

Distribusi daging qurban juga menyasar masyarakat sekitar tanpa membedakan latar belakang, sehingga momentum Iduladha menjadi ruang memperkuat hubungan sosial antarwarga.


Sejak pagi hari, panitia terlihat membagi tugas secara sistematis. Sebagian bertugas di area penyembelihan, lainnya melakukan pencacahan daging, pengemasan, hingga pendataan penerima manfaat. Sistem kerja kolektif tersebut menjadi salah satu faktor utama pelaksanaan qurban berjalan efektif dan tepat sasaran.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas tetap terjaga di tengah perkembangan kawasan urban Sidoarjo yang semakin padat.

Dengan capaian jumlah hewan qurban dan nilai ekonomi yang besar, LDII Medaeng menjadi salah satu titik pelaksanaan qurban warga yang cukup menonjol di wilayah Kabupaten Sidoarjo pada Iduladha 2026.(Bayu/Ac)

Posting Komentar