Sidoarjo – Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII Desa Tambak Oso turut mengikuti kegiatan studi tiru dan peningkatan kapasitas lembaga desa yang diselenggarakan Pemerintah Desa Tambak Oso pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, serta sejumlah lokasi pembelajaran di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keikutsertaan PAC LDII Tambak Oso menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan sinergi antar-lembaga desa.
Ketua PAC LDII Desa Tambak Oso, Heru Zarkasyi Al'as-hari, mengatakan kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru mengenai tata kelola desa, pengembangan potensi lokal, serta strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung dari desa yang telah berhasil mengelola potensi daerahnya secara optimal. Banyak pengalaman dan praktik baik yang dapat menjadi referensi bagi lembaga-lembaga desa di Tambak Oso,” ujarnya.
Desa Ponggok dikenal secara nasional sebagai salah satu contoh sukses pembangunan berbasis potensi lokal. Desa yang sebelumnya dikenal memiliki keterbatasan ekonomi tersebut berhasil bertransformasi menjadi desa maju melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sektor wisata, serta pemberdayaan masyarakat.
Transformasi tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Junaedi Mulyono, Kepala Desa Ponggok yang berhasil mengembangkan berbagai inovasi desa. Salah satu ikon pengembangan ekonomi desa adalah pemanfaatan sumber mata air Umbul Ponggok yang kemudian berkembang menjadi destinasi wisata populer.
Berkat pengelolaan yang profesional dan melibatkan masyarakat, Desa Ponggok mampu mencatat pendapatan desa hingga sekitar Rp3,9 miliar. Capaian tersebut menjadikan Ponggok sebagai salah satu desa yang kerap dijadikan rujukan studi tiru oleh pemerintah daerah, lembaga masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai strategi pengembangan desa, tata kelola kelembagaan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah desa dan unsur masyarakat.
Program studi tiru yang difasilitasi Pemerintah Desa Tambak Oso bertujuan meningkatkan kapasitas lembaga desa agar mampu beradaptasi dengan tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak melihat secara langsung praktik pengelolaan desa yang berhasil menciptakan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Heru Zarkasyi Al'as-hari, pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi untuk mengembangkan berbagai program kemasyarakatan di Desa Tambak Oso.
“Kami melihat bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada sumber daya yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan membangun kolaborasi, inovasi, dan partisipasi masyarakat,” katanya.
Melalui berbagai program pembinaan karakter, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan, LDII selama ini aktif mendukung pembangunan di tingkat desa.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga berkesempatan membangun jaringan dan bertukar pengalaman dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan desa.
Ke depan, hasil studi tiru tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam menyusun program-program pembangunan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Tambak Oso.
Dengan belajar dari keberhasilan Desa Ponggok, lembaga-lembaga desa diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian desa di tengah dinamika pembangunan nasional.(Heru/Ac)

Posting Komentar