SIDOARJO – (27/5/2026) Momentum Idul Adha 1447 Hijriah di Kelurahan Bebekan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, tidak hanya menjadi ajang pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga memperlihatkan kuatnya budaya guyub rukun antar-elemen masyarakat.
Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII Kelurahan Bebekan menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran lintas elemen tersebut menjadi simbol harmonisasi sosial yang terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat perkotaan penyangga Surabaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Lurah Bebekan beserta staf kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Mudin, Ketua LKMD, perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Banser NU, Ketua RW, Ketua RT 19, 20, 21, dan 22, serta sejumlah tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas).
Ketua PAC LDII Bebekan H. Choirul Nur Hadi menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama warga.
"Kami bersyukur kegiatan kurban tahun ini mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Kehadiran pemerintah kelurahan, aparat keamanan, serta tokoh-tokoh masyarakat menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kerukunan di Bebekan terus terjaga," ujarnya.
Menurutnya, nilai utama kurban adalah membangun keikhlasan sekaligus memperkuat hubungan sosial melalui distribusi daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan meningkatnya polarisasi di sejumlah daerah, suasana kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan kurban LDII Bebekan menjadi contoh praktik toleransi dan kolaborasi di tingkat akar rumput.
Sekretaris Lurah Bebekan mengapresiasi pelaksanaan kurban yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan berlangsung secara tertib.
"Kegiatan seperti ini sangat positif karena memperkuat silaturahmi warga sekaligus membantu masyarakat melalui pembagian daging kurban. Semoga kebersamaan ini terus terjaga," katanya.
Sementara itu, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang hadir juga memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif sejak proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat.
Tradisi kurban memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan ibadah tahunan. Selain mempererat hubungan sosial antarwarga, kegiatan kurban juga memberikan efek ekonomi melalui perputaran transaksi pembelian hewan ternak dari peternak lokal.
Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, momentum Idul Adha setiap tahun menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan melalui meningkatnya permintaan hewan kurban yang melibatkan peternak, pedagang, hingga sektor distribusi.
Di tingkat lokal, distribusi daging kurban yang dilakukan secara merata turut membantu masyarakat mendapatkan akses protein hewani sekaligus memperkuat nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Kegiatan kurban yang diselenggarakan PAC LDII Bebekan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebangsaan melalui kerja sama lintas elemen masyarakat.
Kehadiran organisasi kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, Banser, serta perangkat lingkungan menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat terus dirawat melalui kegiatan sosial-keagamaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi tersebut, pelaksanaan kurban tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga sarana membangun ketahanan sosial dan memperkuat persatuan di tingkat lingkungan.(RAZ/Ac)

Posting Komentar