LDII SIDOARJO – Untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan generasi muda dalam penanganan kedaruratan kesehatan, Pemuda LDII Kecamatan Sidoarjo dan RSI (Rumah Sakit Islam) Sakinah Medika Sukodono bekerja sama dengan Ponpes Miftachul Ulum Sungon menggelar “Workshop ‘Golden Minutes’: Bertindak Cepat Sebelum Bantuan Datang” di Masjid Al Amin Sungon, Sidoarjo (26/7/2026).
Pada saat membuka secara resmi kegiatan, Ketua Ponpes Miftachul Ulum Sungon, Joko Budi Handono, S.T. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan medis tersebut. Sebab, bisa menjadi bekal penting bagi para pengurus, santri, dan pemuda di lingkungan masyarakat masing-masing.
“Sebagai dasar, menit-menit awal pada saat terjadi kondisi gawat darurat medis seringkali menjadi faktor penentu keselamatan jiwa seseorang. Oleh karena itu, workshop tersebut berisi tentang edusosialisasi dan pelatihan penanganan darurat, sebelum bantuan datang,”katanya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, jajaran tamu internal dan tokoh organisasi kemasyarakatan. Di antaranya: Sekretaris PC LDII Kecamatan Sidoarjo serta Ketua Pemuda LDII Kecamatan Sidoarjo. Hadir sebagai pemateri utama dari RSI Sakinah Medika Sukodono, dr. Uung Muharromi dan Nanang Abdul Salam, S.Kep., Ns., didampingi jajaran staf medis.
Dalam pemaparannya, dr. Uung Muharromi menekankan bahwa konsep Golden Minutes merupakan "waktu emas" yang sangat krusial. Orang-orang di sekitar lokasi kejadian (first responder) memegang peranan penting sebelum tim medis profesional tiba di tempat.
"Kesadaran dan keterampilan pertolongan pertama pada menit-menit awal sangat menentukan peluang keselamatan pasien. Pemahaman dasar inilah yang perlu dimiliki oleh masyarakat luas, termasuk lingkungan pesantren dan pemuda,”ujarnya.
Sementara itu, Nanang Abdul Salam, S.Kep., Ns. memberikan panduan praktis mengenai langkah-langkah sistematis penanganan darurat. Mulai dari identifikasi kondisi kritis, bantuan awal, hingga cara berkomunikasi yang efektif saat menghubungi layanan darurat medis.
Praktik Langsung dan Sinergi Antar-Lembaga
Tidak hanya mendengarkan paparan teori, para peserta yang terdiri dari para santri dan para pemuda LDII diajak mempraktikkan langsung simulasi pertolongan pertama, dengan bimbingan dari staf medis RSI Sakinah Medika. Para peserta tampak begitu antusias mengikuti peragaan dan sesi tanya jawab seputar penanganan kendala kesehatan yang sering dijumpai sehari-hari.
Selain memberikan pengetahuan medis yang aplikatif, edusosialisasi ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi serta sinergi antara fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan pesantren, dan organisasi kepemudaan di wilayah Sidoarjo.
Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah, foto bersama, dan doa penutup. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta memiliki tingkat kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan masing-masing.
(robby/verry/KIM DPD LDII Kab. Sidoarjo)


Posting Komentar