Sofiadi warga LDII memamerkan lukisan berbahan limbah kertas foto di Museum Basoeki Abdullah Jakarta.

JAKARTA — Pameran tunggal karya Sofiadi di Museum Basoeki Abdullah, Jakarta, menampilkan karya seni yang berbeda dari lukisan pada umumnya. Seluruh karya dibuat menggunakan limbah kertas foto sebagai media utama, bukan cat di atas kanvas. Dalam pameran tersebut, dua karyanya juga tercatat meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sofiadi merupakan warga LDII Jatinegara, Jakarta Timur. Sejak 1986, ia menekuni seni lukis dengan pendekatan yang memanfaatkan limbah kertas foto menjadi karya bernilai artistik. Bahan yang lazim dianggap sebagai limbah tersebut dibelinya untuk kemudian diolah menjadi media berkarya.

Menurut Sofiadi, salah satu inspirasi awalnya berasal dari pohon kelapa.

"Pohon kelapa itu tidak goyah meski diterpa angin. Saya suka pohon kelapa, karena itu saya melukis pohon kelapa tersebut," ujarnya.

Selain sebagai perupa, Sofiadi juga mengajar mata pelajaran Seni dan Budaya di SMP Negeri 106 Ciracas, Jakarta Timur. Konsistensinya dalam mengembangkan teknik melukis menggunakan limbah kertas foto mengantarkannya menghasilkan karya yang memperoleh pengakuan dari MURI.

Dua karya yang memperoleh pengakuan tersebut berjudul Leak Bali dan Batik Nusantara. Keduanya meraih kategori Lukisan Limbah Kertas Foto Terpanjang dan Lukisan Limbah Kertas Foto Terlebar.

Melalui pendekatan tersebut, Sofiadi menunjukkan bahwa limbah dapat dimanfaatkan menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika. Ia juga menilai kedisiplinan menjadi salah satu faktor yang mendukung proses kreatifnya selama berkarya.

Dalam kesempatan tersebut, Sofiadi mengajak masyarakat, termasuk warga LDII, untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk motivasi agar kreativitas dapat berkembang melalui pemanfaatan potensi yang tersedia, termasuk bahan yang sebelumnya dipandang sebagai limbah.


Pemanfaatan limbah sebagai media seni merupakan salah satu bentuk praktik kreatif yang berkembang di berbagai negara. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan karya artistik, tetapi juga menunjukkan alternatif pemanfaatan material yang sudah tidak digunakan.(Lines/Ac)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar