Ratusan peserta mengikuti Perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 yang diselenggarakan DPW LDII Kalimantan Barat secara serentak di lima wilayah sebagai upaya memperkuat karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan generasi muda.

PONTIANAK – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalimantan Barat menggelar Perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 secara serentak di lima wilayah di Kalimantan Barat sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) tersebut dipusatkan di Pontianak, Singkawang, Sanggau, Sintang, dan Ketapang serta diikuti ratusan peserta dari kalangan pemuda LDII.

Perkemahan CAI menjadi salah satu agenda pembinaan rutin yang dirancang untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, kemandirian, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan di kalangan generasi muda.

Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto, mengatakan pelaksanaan Perkemahan CAI secara serentak merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan bangsa di masa depan.

"LDII berkomitmen membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing dengan perkemahan CAI ini," ujar Susanto.

Menurutnya, tantangan pembangunan SDM akan semakin kompleks sehingga proses pembinaan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak usia muda melalui kegiatan yang terarah dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa investasi terhadap pembinaan karakter menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu berkontribusi bagi daerah maupun nasional.

"LDII Kalbar tidak ingin kehilangan generasi karena tidak dipersiapkan sejak awal. SDM yang berkarakter adalah kunci utama mewujudkan cita-cita pembangunan, termasuk menyongsong Indonesia Emas 2045," katanya.

Selama pelaksanaan Perkemahan CAI ke-47, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pribadi maupun sosial.

Materi yang diberikan meliputi pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, pembentukan sikap mandiri, hingga kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Menurut Susanto, pembinaan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki integritas tinggi dan siap menjadi motor penggerak pembangunan di berbagai daerah di Kalimantan Barat.

"Harapannya, pemuda LDII mampu menjadi pionir-pionir pembangunan di daerahnya masing-masing," ujarnya.

Selain aspek kepemimpinan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran kolaboratif bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, serta menyelesaikan berbagai tantangan secara kolektif.

Susanto menjelaskan seluruh rangkaian pembinaan dalam Perkemahan CAI merupakan implementasi dari 29 Karakter Luhur yang menjadi program pembinaan LDII.

Nilai-nilai tersebut mencakup kejujuran, amanah, kerukunan, kekompakan, kerja sama yang baik, disiplin, hidup hemat, kerja keras, kepedulian sosial, hingga kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Menurutnya, penguatan karakter merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan etika yang baik.

"Pembinaan 29 Karakter Luhur merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi profesional religius. Kami ingin generasi muda tidak hanya berhasil dalam pendidikan dan karier, tetapi juga memiliki akhlakul karimah sehingga mampu menjadi pemimpin yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," jelasnya.

Di area Pontianak, kegiatan dipusatkan di Aula Pesantren Al Muqorrobun. Ketua Panitia CAI Area Pontianak, Hasbi Malik, menjelaskan peserta juga memperoleh materi dari perwakilan kontingen Kalimantan Barat yang sebelumnya mengikuti Permata CAI Nasional di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Jombang, Jawa Timur.

Tiga peserta yang membagikan pengalaman tersebut adalah Agus Purnomo, Ilham Wahyudi, dan Abdullah Anugerah Syawal.

Menurut Hasbi, sesi berbagi pengalaman ini bertujuan memperluas wawasan peserta sekaligus meneruskan berbagai nilai positif yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tingkat nasional.

"Setelah mengikuti CAI tingkat nasional, mereka kini berbagi pengalaman dan materi kepada peserta di Kalimantan Barat agar semangat serta nilai-nilai yang diperoleh dapat diteruskan kepada generasi muda lainnya," ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, pengalaman pembinaan yang diperoleh di tingkat nasional diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus memperkuat kualitas pembinaan di daerah.

Perkemahan CAI ke-47 menjadi salah satu bentuk pembinaan berkelanjutan yang dilakukan LDII Kalimantan Barat dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Melalui penguatan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kepedulian sosial, organisasi berharap peserta mampu menjadi generasi yang berintegritas, adaptif, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

Selain memberikan bekal bagi pengembangan diri peserta, kegiatan tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.(Susanto)

Posting Komentar