LDII SIDOARJO – Untuk menemukan solusi berbagai macam problematika pembinaan generasi muda, DPD LDII Kabupaten Sidoarjo melalui PPG (Penggerak Pembina Generus) Sidoarjo Tengah menyelenggarakan Gathering Tim Bimbingan dan Konseling. Dengan menghadirkan para anggota dewan penasihat, penanggung jawab program kegiatan belajar mengajar (PJP-KBM), dan tim BK (Bimbingan dan Konseling) di Aula Al Barokah Sruni, Minggu (12/7/2026).  

Dalam sambutannya ketika membuka acara, perwakilan anggota Dewan Penasihat, DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, KH. Makhin, S.Pd menyampaikan tentang pentingnya pembinaan generasi muda sebagai generasi penerus.

Termasuk di dalamnya pentingnya peran tim bidang Bimbingan dan Konseling, yang berusaha untuk sharing pengetahuan dan pengalaman memberikan solusi berbagai masalah pembinaan generasi muda. 

Ketua panitia sekaligus Koordinator Bidang BK PPG Sidoarjo Tengah, Dra. Hj. Dwi Herry Andayani, M.M. mengatakan, latar belakang mengapa Gathering Tim BK dilaksanakan, karena demi tercapainya pembinaan generasi muda, salah satunya perlu ditingkatkannya peran Tim Bimbingan dan Konseling.

“Tujuan kegiatan gathering ini adalah: agar tugas pokok dan fungsi Tim BK bisa terlaksana dengan baik dan benar. Selain itu, memberikan pemahaman dan persamaan persepsi terhadap tugas pokok dan fungsi Tim BK tersebut. Juga merupakan forum sharing berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam layanan BK secara berkesinambungan,”katanya.

Pada saat mempresentasikan materi, Dwi Herry Andayani menyampaikan, perbedaan bimbingan dan konseling; pengertian BK; fungsi BK; asas-asas BK; pentingnya layanan BK dalam pembinaan generasi muda;  dan format jurnal monitoring dan evaluasi BK, serta alur layanan BK.

Para peserta pun dengan antusias mengikuti pemaparan materi. Terlebih pada saat peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi.

Kelompok-kelompok kecil tersebut diberi nama sesuai dengan wilayah masing-masing. Untuk membahas fenomena dan indikasi yang muncul dalam pembinaan generasi muda, khususnya solusi untuk problematika generasi muda.

Hasil pembahasan diskusi kelompok-kelompok tersebut, dipresentasikan pada sesi diskusi pleno yang ditanggapi oleh para peserta. Dengan demikian, benar-benar terjadi sharing pengalaman dalam pembinaan generasi muda. Diskusi pleno pun semakin meningkatkan antusiasme para peserta. 

Ada ide menarik yang disampaikan oleh salah seorang peserta, yaitu H. Suyadi. Menurutnya, untuk membina generasi muda dengan baik dan benar, perlu memahami dan memperlakukan mereka dengan pendekatan anak muda. Maksudnya: harus digali dan dimengerti kebutuhannya, sehingga mereka merasa diperhatikan dan dipenuhi aspirasinya.

“Pengalaman saya membina generasi muda, mereka ternyata senang diajak acara keakraban, makan-makan, bepergian ke tempat wisata, seperti outing. Jika sudah demikian, mereka akan merasa nyaman, dan mudah diajak komunikasi untuk menyampaikan isi hati dan pikirannya,”jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PPG Sidoarjo Tengah, Bustomi, S.Pd. memberikan penguatan kepada peserta gathering BK. Di antaranya: siapa saja sebenarnya bisa berperan sebagai tenaga BK. Jangan mudah memvonis, dan semuanya memerlukan dana. “Jer basuki mawa bea,”katanya.

(KIM DPD LDII Sidoarjo)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar