Ketum LDII bersama Presiden RI

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang akan digelar pada 7–9 April 2026 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Munas lima tahunan tersebut akan diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari utusan DPW dan DPD LDII se-Indonesia, serta perwakilan luar negeri.

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, mengatakan Munas X merupakan forum strategis untuk merumuskan arah kepengurusan dan program pengabdian LDII untuk lima tahun ke depan.

“Insyaallah Munas X LDII 2026 ini akan dibuka oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Chriswanto dalam keterangannya di Surabaya, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, kehadiran Presiden Prabowo akan melanjutkan tradisi keterlibatan kepala negara dalam forum tertinggi LDII. Pada Munas IX sebelumnya, acara dibuka oleh Presiden Joko Widodo, sementara saat itu Prabowo hadir sebagai calon presiden.

Selain peserta utama, rangkaian Munas X juga diperkirakan dihadiri ribuan penggembira dan peserta pameran. Total kehadiran selama acara diproyeksikan mencapai lebih dari 12.000 orang.

Munas X LDII mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia.” Tema ini dipilih dengan mempertimbangkan dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Menurut Chriswanto, situasi geopolitik dunia, termasuk konflik di Eropa Timur dan ketegangan di Timur Tengah, berdampak pada stabilitas keamanan dan tatanan ekonomi global, seperti rantai pasok energi, pangan, dan perdagangan internasional.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek ekonomi dan sosial, tetapi juga moral, karakter, dan soliditas masyarakat.

Dalam konteks itu, LDII memandang organisasi kemasyarakatan keagamaan memiliki peran strategis melalui dakwah yang menekankan nilai kebangsaan, moderasi beragama, dan penguatan karakter.

“Munas ini tidak hanya membahas kepengurusan baru masa bakti 2026–2031, tetapi juga merumuskan kontribusi nyata LDII dalam mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor,” jelasnya.

Sejumlah isu strategis yang akan dibahas antara lain penguatan nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan karakter masyarakat. Isu-isu tersebut merupakan bagian dari delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.

Chriswanto juga menekankan pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi dan solidaritas sosial di tengah gejolak global yang memicu volatilitas harga energi dan pangan.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan perlu berperan dalam menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong, serta mendorong kemandirian masyarakat sebagai bagian dari ketahanan nasional.

“LDII ingin berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan peduli terhadap perdamaian dunia,” ujarnya.

Melalui Munas X, LDII berharap dapat mempertegas perannya sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil yang berkontribusi dalam pembangunan nasional secara berkelanjutan. (YM)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar