
Pengurus LDII Kecamatan Tarik saat bersilaturahim dengan Ketua PCM Muhammadiyah Tarik di kediamannya, Jumat (4/4/2026), membahas strategi pembinaan generasi muda yang adaptif di era modern.
SIDOARJO – Pengurus PC Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Tarik melakukan kunjungan silaturahim ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Tarik pada Jumat, 4 April 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarorganisasi kemasyarakatan Islam, khususnya dalam pembinaan generasi muda di tengah dinamika zaman.
Kunjungan berlangsung di kediaman Ketua PCM Tarik, Mas Galih, yang menyambut langsung rombongan pengurus LDII. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kedua pihak saling bertukar pandangan terkait peran strategis organisasi dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas.Ketua PCM Tarik, Mas Galih, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
“Terima kasih atas kehadiran pengurus LDII. Ini menjadi langkah baik untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya keberlanjutan organisasi melalui pembinaan generasi muda. Menurutnya, salah satu indikator kegagalan organisasi adalah ketidakmampuan dalam menyiapkan kader penerus.
“Salah satu ciri organisasi yang gagal adalah ketika tidak berhasil membina generasi mudanya,” tegasnya.Sementara itu, Ketua PC LDII Kecamatan Tarik Adi Kurniawan turut mengapresiasi sambutan dari pihak Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa pembinaan generasi muda menjadi fokus utama LDII yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
“Pembinaan generasi muda dimulai sejak usia dini dan terus berlanjut hingga dewasa, bahkan sepanjang hayat,” ungkapnya.Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, metode pembinaan tidak bisa lagi disamakan dengan kondisi satu dekade lalu.
“Pembinaan generasi harus mengikuti perkembangan zaman. Seperti layang-layang, kadang perlu ditarik, tetapi juga perlu diulur dengan tetap diawasi,” jelasnya.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa generasi muda membutuhkan ruang yang tepat untuk berkembang tanpa merasa tertekan.
“Jangan sampai pembinaan dirasakan sebagai paksaan. Harus ada keseimbangan antara arahan dan kebebasan,” tambahnya.Pertemuan ini juga menjadi ajang nostalgia antara kedua tokoh, yang sebelumnya pernah aktif bersama dalam Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di Kecamatan Tarik. Kedekatan tersebut turut memperkuat suasana dialog yang konstruktif dan produktif.(Adi/Ac)
Posting Komentar