Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya beraudiensi dengan Dirjen Polpum Kemendagri Akmal Malik membahas penguatan kolaborasi ketahanan pangan nasional pasca Munas X LDII 2026.

Jakarta, 16 April 2026 – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, sebagai langkah strategis memperkuat sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut pasca Musyawarah Nasional (Munas) X LDII Tahun 2026, sekaligus momentum untuk mempererat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat berbasis kemandirian pangan.

Direktur Jenderal Polpum Kemendagri, Akmal Malik, menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan pengurus baru DPP LDII. Ia menilai LDII memiliki kontribusi nyata melalui pendekatan dakwah yang tidak hanya bersifat lisan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi langsung di masyarakat.
“Kami mengapresiasi konsep dakwah LDII, khususnya dakwah bil hal yang sangat kuat. Pendekatan seperti ini memiliki dampak besar bagi masyarakat,” ujar Akmal Malik.
Menurut Akmal, kolaborasi antara pemerintah dengan organisasi masyarakat seperti LDII sangat penting untuk mendukung program prioritas nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan. Bahkan, ia mendorong agar kerja sama tersebut segera diwujudkan dalam bentuk proyek percontohan pengelolaan lahan produktif, dengan pengembangan komoditas strategis seperti jagung, sorgum, dan padi.

Ia menegaskan bahwa sinergi tersebut tidak harus menunggu adanya nota kesepahaman formal, melainkan dapat langsung diwujudkan melalui aksi konkret.
“Yang terpenting adalah niat baik dan aksi nyata. Banyak kerja sama berhenti di atas kertas, padahal yang dibutuhkan adalah gerakan bersama,” tegasnya.
Selain itu, Kemendagri juga membuka peluang pelatihan bagi generasi muda LDII melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian modern.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menyambut baik dukungan yang diberikan Kemendagri. Ia menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan bagian dari delapan program pengabdian LDII untuk bangsa, yang sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah.
“Program ketahanan pangan dan lingkungan menjadi bagian dari pengabdian LDII kepada bangsa. Ini selaras dengan program pemerintah dan akan terus kami kembangkan,” kata Dody.
DPP LDII dan Kemendagri sepakat memperkuat kolaborasi ketahanan pangan nasional pasca Munas X 2026. 


Dody menjelaskan bahwa LDII selama ini telah mengembangkan berbagai program seperti urban farming, smart farming, dan zero waste di sejumlah pondok pesantren binaannya. Program-program tersebut tidak hanya mendukung kemandirian pangan, tetapi juga membekali para santri dengan keterampilan hidup yang aplikatif.

Menurutnya, pendidikan berbasis praktik ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang mandiri dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.
“Harapannya, para santri dapat menerapkan ilmu tersebut di lingkungannya sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dakwah bil hal harus terus berkelanjutan hingga tingkat akar rumput,” jelasnya.
Audiensi antara DPP LDII dan Kemendagri ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, terutama dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat, penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi program strategis nasional, tetapi juga gerakan bersama menuju kemandirian bangsa.

Posting Komentar