![]() |
Ust H. Amir Mahmud Penceramah dari LDII |
MOJOKERTO – Sholat Subuh berjamaah bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto digelar di Masjid LDII Al-Hikmah, Jl. Surodinawan No.77, Mergelo, Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, pengurus masjid, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam agenda yang juga membahas pembinaan generasi penerus.
Kegiatan diikuti pengurus DMI Kota Mojokerto, jajaran Forkopimda, Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM DMI), seluruh takmir masjid se-Kota Mojokerto, serta pengurus Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan LDII. Warga sekitar Masjid Al-Hikmah turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelantikan Pengurus Cabang (PC) BKMM DMI Kecamatan Prajurit Kulon, Kranggan, dan Magersari oleh Ketua BKMM DMI Kota Mojokerto.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran majelis taklim dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat di tingkat kecamatan.
Setelah pelantikan, Ketua BKMM DMI Kota Mojokerto menyampaikan sambutan mengenai peran majelis taklim dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, mempererat silaturahim, serta menjadi wadah pembinaan keluarga dan generasi penerus.
Sambutan Wali Kota Mojokerto disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Mojokerto, Robik Subagiyo, ST, M.M.
Dalam sambutan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah yang melibatkan unsur pemerintah daerah, DMI, Forkopimda, takmir masjid, organisasi keagamaan, dan masyarakat.
Kegiatan lintas unsur tersebut juga menjadi ruang silaturahim antarelemen masyarakat dalam kegiatan keagamaan di Kota Mojokerto.
Ketua DMI Kota Mojokerto KH. Faqih Usman, Lc., dalam sambutannya menekankan perhatian bersama terhadap pembinaan generasi penerus.
Ia menyampaikan bahwa masjid memiliki peran dalam kehidupan umat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan.
“Masjid jangan hanya menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga harus mampu menjadi pusat pembinaan umat, khususnya generasi penerus agar memiliki akhlak dan karakter yang luhur,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, generasi penerus perlu dipersiapkan dengan bekal agama, ilmu pengetahuan, dan karakter luhur. Pembinaan tersebut melibatkan keluarga, masjid, majelis taklim, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, serta elemen masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Karena itu, pembinaan karakter perlu dilakukan sejak dini melalui keteladanan dan lingkungan yang baik.
Pesan mengenai pembinaan generasi penerus juga disampaikan Ustadz H. Amir Mahmud, S.Pd.I., dalam tausiyahnya.
Ia menyampaikan bahwa generasi muda merupakan bagian penting dari keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa. Karena itu, pembinaan anak dan generasi muda perlu mencakup aspek kecerdasan intelektual sekaligus akhlak dan karakter.
Menurutnya, pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu dibiasakan menjalankan ibadah, menghormati orang tua dan guru, menjaga sopan santun, peduli terhadap sesama, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan lingkungan.
“Generasi penerus harus dibina agar memiliki karakter luhur. Mereka harus dibekali ilmu, agama, dan akhlak agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kebaikan,” pesan Ustadz H. Amir.
Ia mengajak orang tua, pengurus masjid, majelis taklim, dan elemen masyarakat mengambil peran dalam pembinaan generasi penerus.
Menurutnya, pembinaan generasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Sinergi dan keteladanan dari lingkungan terdekat anak diperlukan agar nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh menjadi kebiasaan.

Sholat Subuh berjamaah bersama DMI dan Forkopimda Kota Mojokerto digelar di Masjid LDII Al-Hikmah, Minggu (30/8/2026), dengan pembahasan antara lain mengenai pembinaan generasi penerus.

Dalam kegiatan tersebut, masjid juga diharapkan menjadi ruang yang nyaman bagi generasi muda untuk belajar agama, membangun persaudaraan, mengembangkan potensi, dan melakukan kegiatan positif.
Kehadiran pengurus DMI, Forkopimda, BKMM DMI, takmir masjid se-Kota Mojokerto, serta pengurus NU, Muhammadiyah, dan LDII menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan Sholat Subuh berjamaah tersebut.
Melalui kegiatan ini, perhatian terhadap pembinaan generasi penerus ditempatkan sebagai salah satu bahasan dalam pertemuan lintas organisasi keagamaan dan pengurus masjid di Kota Mojokerto.(Adi/Ac)

Posting Komentar