
Ketua DPP LDII Bidang KIM Rulli Kuswahyudi menyampaikan materi di Pelatihan Jurnalistik Batch 7. Foto: LINES.
Jakarta, 23 Agustus 2026 — Sebanyak 56 generasi muda dari wilayah Jabodetabek mengikuti Pelatihan Jurnalistik LINES Batch 7 yang digelar Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII di kantor DPP LDII, Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Pelatihan tersebut membahas sejumlah materi, mulai dari sejarah organisasi, penulisan straight news, hingga penggunaan media sosial secara bijak.
Edukasi Bermedia Sosial
Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut dengan menyampaikan materi bertajuk "Bijak Bermedia Sosial".
Dalam pemaparannya, Rulli mengingatkan peserta mengenai pentingnya melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi melalui media sosial.
"Sesuatu yang kita unggah di media sosial itu menjadi konsumsi publik, jadi verifikasi sumber dulu. Saring sebelum sharing, jangan asal membagikan informasi di media sosial," ujar Rulli.
Menurut Rulli, media sosial pada era keterbukaan informasi dapat memberikan dampak positif sekaligus negatif bagi masyarakat. Karena itu, pembuatan konten tidak semata-mata diarahkan untuk memperoleh engagement, tetapi juga perlu memperhatikan etika.
"Kami berharap peserta memahami semua materi dan bisa menjadi penggerak mesin organisasi," ujarnya.
Peserta Mendapat Materi Jurnalistik
Ketua Departemen KIM DPP LDII Ludhy Cahyana turut memberikan materi mengenai sejarah organisasi DPP LDII serta penulisan straight news.
Ludhy mengapresiasi partisipasi peserta yang datang dari berbagai wilayah Jabodetabek.
"Semoga kawan-kawan semua bisa menjadi garda terdepan LDII dalam memberitakan karya, kontribusi, serta mengomunikasikan hal-hal positif tentang organisasi kepada masyarakat luas," kata Ludhy.
Materi penulisan straight news menjadi bagian penting dalam pelatihan karena berkaitan dengan penyusunan informasi secara faktual dan terstruktur.
Dikemas dalam Konsep Bootcamp
Ketua Pelaksana Pelatihan Jurnalistik DPP LDII Muhammad Rizal mengatakan, pelatihan tersebut dikemas dalam konsep bootcamp yang akan berlangsung selama dua bulan.
"Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan media sosial, penyiaran televisi, hingga pengolahan data bersama tim penelitian dan pengembangan DPP LDII," kata Rizal.
Dengan format tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi jurnalistik, tetapi juga diperkenalkan dengan sejumlah bidang yang berkaitan dengan pengelolaan informasi dan media.
Mendorong Literasi Generasi Muda
Berdasarkan keterangan penyelenggara, rangkaian bootcamp tersebut merupakan bagian dari upaya DPP LDII untuk menghidupkan kembali budaya literasi di kalangan generasi muda.
Rizal mengatakan, penguatan literasi diharapkan dapat membantu generasi muda menjadi lebih kritis, teliti, dan memahami informasi yang mereka terima.
"Harapannya, generasi muda tidak mudah terkelola oleh hoaks atau tergiring opini media, melainkan fokus menyebarkan berita-berita baik," pungkas Rizal.
Perkembangan media sosial membuat kemampuan memeriksa sumber informasi menjadi bagian penting dalam aktivitas komunikasi publik. Informasi yang dibagikan melalui platform digital dapat dengan cepat menjangkau masyarakat luas. Karena itu, verifikasi sumber dan pemahaman etika bermedia menjadi bagian yang relevan dalam pelatihan jurnalistik.
Sumber :

Posting Komentar