LDII SIDOARJO – Bangga, bahagia, dan terharu, bercampur aduk menjadi satu dalam diri Fiolin Kasih Pratama (17), generus (generasi penerus) LDII Kabupaten Sidoarjo. Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, menjadi anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, tanggal 17 Agustus 2026. Tampil di depan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

Fiolin- demikian panggilan akrab gadis kelahiran Sidoarjo, 8 Juli 2009 ini, tergabung dalam Pasukan 17. Sebagai pasukan yang tampil berbaris paling depan pada saat pengibaran bendera Merah Putih. Setelah itu, baru diikuti oleh Pasukan Inti Pengibar Bendera Merah Putih, dan pasukan lainnya. “Saya bersama teman-teman Paskibra, tampil 2 kali. Yaitu pada saat pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih. Jadi tampil pada pagi hari dan sore hari. Semuanya dengan inspektur upacara Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah,”kata putri pasangan Nur Cholis dan Nur Suci.

Bagaimana perasaannya saat tampil ikut mengibarkan bendera Merah Putih di halaman Gedung Grahadi ? “Alhamdulillah, saya tentunya sangat bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan. Saat tampil di Grahadi, perasaan saya bahagia sekali sekaligus terharu. Namun juga sempat deg-degan, karena sebagai pasukan yang paling depan. Apalagi secara mendadak ada perubahan tempo dan ketentuan, dari 116 menjadi 110. Itu istilah tempo dalam PBB (Peraturan Baris Berbaris),”kata pelajar yang kini duduk di Kelas XI SMAN 2 Sidoarjo ini.

“Sekali lagi, saya sangat bangga dan sangat bahagia. Sebelumnya, saya hanya bisa mengikuti upacara peringatan HUT RI di Grahadi dengan menonton televisi. Namun sekarang, saya sendiri yang menjadi petugasnya, ikut mengibarkan bendera Merah Putih di hadapan Gubernur Jawa Timur. Ini bukan mimpi, namun kenyataan. Tampilan saya dilihat oleh jutaan pasang mata di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur,”ujarnya terharu. 


Memang bukan hal mudah baginya, untuk lolos menjadi anggota Paskibra Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Harus melewati banyak tahapan dan proses panjang untuk terpilih. Pada setiap kesuksesan, tentunya membutuhkan usaha perjuangan dan pengorbanan untuk meraihnya. Tidak terkecuali dengan  Fiolin. Yang mewajibkan dirinya untuk selalu bersemangat dan berdisiplin serta totalitas pada saat latihan.

Kisahnya menekuni Paskibra cukup panjang. Fiolin selepas lulus dari SDN Sidokare 2, melanjutkan pendidikan ke SMPN 2 Sidoarjo.  Pada saat duduk di bangku SMP inilah, remaja putri yang biasa mengaji di Masjid Kapasan (naungan PAC LDII Sidokare) ini belajar tentang kedisiplinan dan ketertiban, serta PBB. Dia mengikuti ekstrakurikuler Paskibra dan menjadi Penegak Disiplin Siswa SMPN 2 Sidoarjo.

Kecintaannya kepada Paskibra berlanjut pada saat melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Sidoarjo. Lagi-lagi, Fiolin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra. Semangatnya untuk belajar dan berlatih begitu menggebu. Tidak pernah ada kata lelah dan menyerah, apalagi keluh kesah. Semua dilaluinya dengan penuh senang hati dan bersemangat. Anggapannya sebagai Kawah Candradimuka untuk menggembleng dan menempa dirinya menjadi sosok generasi muda yang tangguh, tanggon, trengginas, dan terampil.

“Saya sangat termotivasi di SMAN 2 Sidoarjo.  Saat itu kakak kelas saya ada 3 orang yang lolos menjadi anggota Paskibra Tingkat Kabupaten Sidoarjo. Pada saat tiba waktunya angkatan saya, ada 15 orang yang mendaftar sebagai Paskibra Tingkat Kabupaten Sidoarjo, namun yang lolos hanya 10 orang, termasuk saya,”ujar gadis manis yang hobi berolah raga tersebut.

Fiolin bercerita, pada saat seleksi di Tingkat Kabupaten Sidoarjo membutuhkan waktu 4 hari, mulai TIU (Tes Intelegensia Umum) dan TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) di Gedung Serba Guna Gelora Delta Sidoarjo. Dilanjutkan dengan tes Kesehatan, PBB, pengukuran berat dan tinggi badan, dan kesamaptaan jasmani, hingga akhirnya tes pantukhir (penentuan terakhir).

Selanjutnya, pelatih Paskibra Tingkat Kabupaten Sidoarjo, mengajak berdiskusi untuk menentukan siapa yang harus dipilih untuk dikirim ke Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada saat itu, terdapat 2 pasang (putra-putri) sebagai kandidat. Akhirnya, terpilihlah Devano Al Riski Sultan Winata dan Fiolin Kasih Pratama sebagai pasangan yang dikirim sebagai kandidat calon anggota Paskibra ke Tingkat Provinsi Jawa Timur. Keduanya adalah siswa SMAN 2 Sidoarjo.

Prosesnya nyaris sama dengan seleksi di Tingkat Kabupaten Sidoarjo. Dilaksanakan seleksi anggota Paskibra Tingkat Provinsi Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Mulai dari TIU dan TWK, serta tes yang lain, hingga akhirnya pantukhir. Devano dan Fiolin lolos dan lulus sebagai anggota Paskibra Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026.



Saat ditanya apa kunci suksesnya, apakah dengan kepiawaian membagi waktu ? Fiolin hanya menjawab,”Maaf, saya masih harus banyak belajar untuk bisa memanage waktu. Namun yang jelas dan saya yakin, kuncinya adalah kesungguhan dan totalitas 100 persen pada saat berlatih”.

Fiolin mencontohkan, pada saat itu dia dihadapkan pada jadwal latihan yang berbenturan waktu antara kegiatan Paskibra di SMAN 2 Sidoarjo dan kegiatan Paskibra  di Tingkat Kabupaten Sidoarjo. Dia memilih memprioritaskan latihan di Tingkat Kabupaten Sidoarjo, karena dinilainya sebagai tugas pemerintah atau negara.

Gadis berpostur atletis yang bercita-cita menjadi Kowal (TNI AL) ini mempunyai motto hidup “Sekali atau Tidak Sama Sekali”. Apa pesannya untuk generasi muda Indonesia pada era digital ini ? “Jangan pernah takut untuk mencoba hal yang baru. Anggap sebagai perjalanan pertama. Ambil hikmahnya sebagai pengalaman dan pelajaran hidup,”ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini, menutup pembicaraan.

Perasaan bersyukur, bangga, dan terharu juga merasuk dalam diri pasangan suami-istri Nur Cholis dan Nur Suci atas kesuksesan Fiolin, putrinya menjadi anggota Paskibra Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. “Alhamdulillah, saya sebagai orang tua sangat bangga dan terharu. Tidak menyangka anak kami terpilih sebagai Paskibra Provinsi. Pesan saya: jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran hidup berharga untuk membentuk mental yang kuat pada masa mendatang,”ujar Nur Cholis.

Senada dengan sang suami, Nur Suci pun mengungkapkan rasa bangga, bahkan sangat bangga. Sebab, putrinya meraih kesuksesan tersebut dengan perjuangan yang luar biasa. “Saya sebagai orang tua tentunya tidak henti untuk ibadah, sujud dan berdoa kepada Allah SWT. Semula memang saya sempat tidak setuju, meski akhirnya saya restui dia ikut Paskibra. Sebab, jadwal latihannya sangat padat dan ketat. Bayangkan, Fiolin harus berangkat pagi pulang sore setiap hari, bahkan malam hari, dalam waktu berbulan-bulan,”katanya.

Sebagai seorang ibu, Nur Suci mendoakan semoga ke depan, Fiolin semakin sukses dan barokah pendidikan dan hidupnya. “Saya selalu berdoa, semoga Fiolin tercapai cita-citanya menjadi Kowal (TNI AL). Sesuai dengan bakat dan minatnya di bidang kemilteran. Syukur-syukur bisa diterima di AAL (Akademi Angkatan Laut) sebagai taruni dan akhirnya menjadi perwira TNI AL,”harapnya.

(Koes/KIM DPD LDII Kab. Sidoarjo)


Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar