![]() |
| Kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di kawasan makam Marsinah, Nganjuk, Sabtu (17/10/2026). |
NGANJUK — Puluhan santri dan perwakilan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono turut menyambut kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di kawasan makam dan Museum Ibu Marsinah, Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).
Kehadiran para santri tersebut menjadi bagian dari penyambutan Kapolri yang berkunjung untuk mengenang perjuangan Marsinah, aktivis buruh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025.
Salah satu santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Edwinda Arun, mengaku bangga mendapat kesempatan menyambut kedatangan Kapolri di kawasan makam Marsinah.
“Pengalaman yang berkesan bisa berkesempatan menyambut Pak Kapolri, dan bisa berangkat bareng Pak Joni, Kapolsek Kertosono,” ujar Edwinda.
Pengurus Ponpes Al Ubaidah, Rudi Hadi Wijaya, mengatakan pihaknya mengirimkan puluhan santri dan perwakilan pengurus untuk mengikuti penyambutan bersama Kapolsek Kertosono, Kompol Joni Suprapto.
“Kami mengirimkan puluhan santri dan perwakilan pengurus pondok untuk membersamai Kapolsek Kertosono dalam menyambut kedatangan Bapak Kapolri. Dengan ini, kami turut menyukseskan kegiatan kunjungan tersebut sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada Kapolri,” tuturnya.

Para santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono ikut menyambut kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di kawasan makam Marsinah, Nganjuk, Sabtu (17/10/2026).
Keterlibatan santri dan pengurus pesantren tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan Kapolri di Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini juga mempertemukan kalangan pesantren dengan jajaran kepolisian dalam agenda penyambutan pimpinan Polri.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono.
Turut hadir Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.
Sebelum mengunjungi museum, Kapolri bersama rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam Marsinah. Mereka mengikuti doa bersama dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.
Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo. Museum tersebut menyimpan dokumentasi perjalanan hidup serta perjuangan Marsinah.
Berdasarkan pemberitaan resmi Polres Nganjuk, kompleks Museum Ibu Marsinah sebelumnya diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026.
Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang memperjuangkan hak-hak pekerja. Pengakuan negara atas perjuangannya ditandai dengan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.
Kunjungan ke makam dan museum menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kapolri di Jawa Timur. Dokumentasi perjuangan Marsinah di museum juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal sejarah perjuangan pekerja di Indonesia.
Bagi santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono yang terlibat dalam penyambutan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman langsung mengikuti agenda kunjungan Kapolri di Kabupaten Nganjuk.
Kunjungan Kapolri ke makam dan museum Marsinah berkaitan dengan penghormatan terhadap perjuangan hak-hak pekerja. Marsinah menerima gelar Pahlawan Nasional pada 2025, sedangkan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk diresmikan pada Mei 2026.(Havid/Ac)

Posting Komentar