
Pemuda LDII Kecamatan Pedan saat mengikuti konsolidasi organisasi dan buka puasa bersama Ramadan 1447 H di Masjid Nurul Huda, Troketon, Klaten, Senin (24/2/2026).
Klaten - Generasi muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Pedan menggelar konsolidasi internal yang dirangkai dengan buka puasa bersama dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nurul Huda, Dukuh Tandan, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, dan dihadiri sekitar 70 anggota Pemuda LDII se-Kecamatan Pedan.
Konsolidasi ini menjadi agenda strategis dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meneguhkan komitmen generasi muda sebagai penerus estafet perjuangan dakwah organisasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Penasehat PC LDII Kecamatan Pedan, jajaran Dewan Penasehat PAC LDII se-Kecamatan Pedan, Wakil Ketua Pemuda LDII Klaten Herwanto, Ketua PC LDII Pedan Suwarto, serta Ketua Pemuda LDII Pedan Arisda Kelana bersama jajaran pengurus.![]() |
| Pemuda LDII Kecamatan Pedan saat mengikuti konsolidasi organisasi dan buka puasa bersama Ramadan 1447 H di Masjid Nurul Huda, Troketon, Klaten, Senin (24/2/2026). |
Penguatan Peran Pemuda di Era Digital
Ketua Pemuda LDII Pedan, Arisda Kelana, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital 4.0.
“Tantangan kita sebagai Gen Z dan kaum milenial semakin berat karena berhadapan langsung dengan derasnya arus digital yang sarat godaan. Karena itu, kita harus memperkuat iman, ilmu, dan kekompakan agar tetap istiqamah dalam berdakwah,” ujar Arisda.Menurutnya, konsolidasi organisasi menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan kapasitas kader agar mampu berdakwah secara adaptif, termasuk melalui media digital yang produktif dan positif.
Sementara itu, Ketua PC LDII Pedan, Suwarto, mengingatkan pentingnya literasi digital di kalangan generasi muda. Ia menyoroti dampak algoritma media sosial terhadap pola konsumsi informasi.
“Sekali saja kita mengklik konten pornografi, algoritma akan terus merekomendasikan konten serupa. Hal ini dapat merusak pola pikir dan mental generasi muda. Oleh sebab itu, pemuda LDII harus cerdas, selektif, dan mampu menjaga diri di tengah derasnya arus informasi,” tegasnya.Pernyataan tersebut menegaskan komitmen organisasi dalam membangun karakter pemuda yang berintegritas dan berakhlak mulia di tengah dinamika transformasi digital.
Tausiyah dan Penguatan Spirit Ramadan
Menjelang waktu berbuka, kegiatan diisi dengan kultum dan doa bersama yang dipimpin Dewan Penasehat PAC LDII Troketon, Sriwidodo. Dalam tausiyahnya, ia mengajak pemuda untuk menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Sebagai pemuda LDII kita harus berpengaruh dan jangan terpengaruh. Jadilah teladan dan motivator bagi generasi berikutnya. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau tidak kita, siapa lagi,” pesannya.Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah dalam suasana khusyuk dan penuh kebersamaan.
Konsolidasi sebagai Strategi Penguatan Organisasi
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda pembinaan rutin Pemuda LDII di tingkat kecamatan. Selain mempererat solidaritas internal, konsolidasi Ramadan juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola organisasi, membangun integritas kader, serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan sosial-keagamaan kontemporer.
Berdasarkan informasi resmi panitia kegiatan, forum tersebut juga menjadi sarana koordinasi program kerja jangka pendek dan menengah selama Ramadan 1447 H.
Momentum Ramadan diharapkan mampu memperkokoh komitmen dakwah generasi muda LDII Pedan dalam membangun masyarakat religius, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(Rizal PM/ac)




Posting Komentar