Menjelang Ramadan 1447 H, LDII Sumut melatih 30 kader rukyatul hilal bekerja sama dengan BBMKG dan Kemenag Sumut. 

Medan – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumatera Utara menggelar pelatihan rukyatul hilal bagi 30 kader dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut mencakup pembekalan teori astronomi, teknik observasi hilal, hingga praktik penggunaan alat rukyat. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi Nasution.

Dalam sambutannya, Ahmad Qosbi menyampaikan bahwa kontribusi organisasi kemasyarakatan berbasis keilmuan sangat penting dalam mendukung ketertiban pelaksanaan ibadah umat Islam.
“Pelatihan ini bukan hanya memperkuat literasi astronomi, tetapi juga menjaga keselarasan ibadah umat Islam,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang rukyatul hilal menjadi bagian dari upaya menjaga akurasi dan legitimasi penentuan awal bulan Hijriah.

Peserta pelatihan rukyatul hilal LDII Sumut mengikuti praktik penggunaan teropong bersama instruktur BBMKG di Medan, menjelang Ramadan 1447 H. (Dok. LDII Sumut)

Pelatihan menghadirkan tim instruktur dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG). Tim dipimpin oleh Buha M. Simanjuntak bersama Chichi Nurhafizah, S.Si., M.T.

Chichi menjelaskan bahwa peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman metodologis terkait integrasi hisab dan rukyat.
“Selain memahami teknik observasi, peserta juga harus mengerti bahwa metode hisab dan rukyat saling melengkapi. Hisab memberikan perhitungan teoritis, sedangkan rukyat memastikan hasil pengamatan langsung,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan ilmiah menjadi aspek penting dalam memastikan hasil rukyatul hilal dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun administratif.
“Dengan metode ilmiah, hasil pengamatan akan lebih sah dan dapat dijadikan dasar penetapan awal Ramadan,” tambahnya.

Peserta pelatihan rukyatul hilal LDII Sumut mengikuti praktik penggunaan teropong bersama instruktur BBMKG di Medan, menjelang Ramadan 1447 H. (Dok. LDII Sumut)

Pelatihan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta praktik langsung menggunakan teropong rukyat sebagai instrumen utama dalam observasi hilal. Peserta dilatih memahami prosedur pengamatan, pencatatan data, hingga pelaporan hasil observasi sesuai standar yang berlaku.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi LDII Sumatera Utara dalam mendukung proses penetapan awal Ramadan 1447 H yang berbasis data ilmiah dan koordinasi bersama otoritas terkait.(Irvan/Ac)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar