Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso memberikan arahan dalam Rapimnas DPP LDII 2026 di Kantor DPP LDII, Jakarta, Senin (16/2/2026). (Foto: Dok. DPP LDII)

Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sebagai langkah konsolidasi untuk mematangkan materi Musyawarah Nasional (Munas) serta mengevaluasi program kerja organisasi. Agenda tersebut diarahkan untuk mempercepat akselerasi program agar selaras dengan visi pembangunan nasional Asta Cita.

Kegiatan berlangsung di Kantor DPP LDII, DKI Jakarta, pada Senin (16/2/2026), diikuti 150 peserta secara luring dan sekitar 1.500 peserta lainnya secara daring melalui 375 studio yang tersebar di 37 provinsi.


Dewan Penasehat DPP LDII, KH Edy Suparto, menegaskan pentingnya penguatan karakter, kerukunan, dan soliditas organisasi sebagai pesan utama Rapimnas.

“Konsolidasi nasional ini penting agar LDII semakin kompak dan memberi kontribusi terbaik untuk bangsa,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menyampaikan bahwa perjalanan LDII yang telah memasuki usia 54 tahun menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi kepada umat dan bangsa. Menurutnya, kerukunan tidak hanya menjadi konsep, tetapi harus terwujud nyata dalam komunikasi antarwarga organisasi.

“Wujud kerukunan dalam LDII itu nyata, terutama soal komunikasi,” tegasnya.

KH Edy menambahkan bahwa komunikasi perlu dijalankan dengan etika dan kebijaksanaan sebagai bagian dari pembinaan karakter. “Komunikasi itu harus enak didengar, pahit madu, toto kromo, serta memperhatikan papan empan adepan,” ujarnya.

Ia juga menekankan nilai kejujuran dan amanah sebagai fondasi kepercayaan dalam organisasi maupun di tengah masyarakat. “Kedua, jujur amanah. Bisa dipercaya dan bisa mempercayai orang lain,” katanya.

Rapimnas disebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi forum evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program kerja di semua tingkatan kepengurusan.

“Rapimnas ini sebagai wadah kita untuk introspeksi diri. Apakah ada program yang perlu dibenahi atau tidak,” ujar KH Edy Suparto.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso memberikan arahan dalam Rapimnas DPP LDII 2026 di Kantor DPP LDII, Jakarta, Senin (16/2/2026). (Foto: Dok. DPP LDII)

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, menilai Rapimnas sebagai momentum strategis menjelang berakhirnya masa jabatan kepengurusan saat ini.

“Rapimnas ini harus kita maknai sebagai momentum untuk melakukan do the best,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian program kerja perlu diarahkan pada dampak jangka panjang dan kesinambungan organisasi. “Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi fondasi bagi generasi selanjutnya,” tuturnya.

Dalam forum tersebut, Chriswanto juga mengakui adanya tantangan dalam keberlanjutan kepengurusan, terutama saat terjadi pergantian pengurus di tingkat wilayah.

“Salah satu kelemahan kita selama ini adalah keberlanjutan kepengurusan seringkali terputus,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya sistem regenerasi yang terstruktur melalui pembinaan, pendampingan, serta transfer pengetahuan yang berkelanjutan. “Regenerasi harus kita perbaiki mulai saat ini supaya kepengurusan berikutnya tidak lagi meraba-raba,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya diukur dari capaian selama menjabat, tetapi juga dari kesiapan penerus dalam melanjutkan program. “Kita ingin proses keberlanjutan kepengurusan ini berjalan dengan mulus atau soft landing,” tegasnya.


Data Fakta Kegiatan Rapimnas LDII 2026

Tanggal: 16 Februari 2026

Lokasi: Kantor DPP LDII, DKI Jakarta

Peserta luring: 150 orang

Peserta daring: ±1.500 orang

Titik studio daring: 375 studio

Cakupan wilayah: 37 provinsi

Sumber Resmi:
Rilis DPP LDII, 16 Februari 2026.
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar