![]() |
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat memberikan arahan terkait persiapan Munas X LDII yang akan digelar pada 7–9 April 2026 di Jakarta. |
Jakarta — Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 April 2026.
Menurutnya, Munas X menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi LDII dalam pembangunan nasional, sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.“Persiapan Munas terus kami lakukan secara intensif, baik dari sisi substansi materi maupun teknis pelaksanaan, agar berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” ujar KH Chriswanto dalam keterangannya.
Ia menegaskan, seluruh jajaran pengurus LDII, mulai dari DPW, DPD hingga PC dan PAC, diminta memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk mempererat silaturahim dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
“Kami meminta pengurus LDII bersilaturahim dengan pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan stakeholder lainnya. Dari situ, kita bisa menyerap berbagai masukan yang nantinya menjadi bahan penting dalam Munas,” jelasnya.
Aspirasi yang dihimpun tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan strategis dalam Munas, sehingga keputusan yang dihasilkan mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.
Perkuat Sinergi dan Responsivitas Organisasi
KH Chriswanto menekankan pentingnya peran LDII sebagai organisasi yang responsif dan solutif terhadap dinamika sosial.
“LDII ingin hadir sebagai organisasi yang mampu memberikan solusi. Masukan dari berbagai pihak sangat penting agar program kerja ke depan semakin tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga berharap momentum silaturahim Idul Fitri dapat memperkuat sinergi antara LDII dengan pemerintah, tokoh masyarakat, alim ulama, serta berbagai elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan mempercepat pembangunan nasional.
“Munas X tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kontribusi LDII dalam membangun bangsa yang harmonis dan berdaya saing,” pungkasnya.
![]() |
| Dewan Penasehat DPW LDII Jawa Timur, H. Iqbal Latief |
DPW LDII Jawa Timur Dukung Penguatan Aspirasi Daerah
Sementara itu, Dewan Penasehat DPW LDII Jawa Timur, H. Iqbal Latief, menegaskan bahwa langkah Ketua Umum tersebut sangat relevan dalam memperkuat akar organisasi di daerah.
Menurutnya, pendekatan silaturahim yang dilakukan secara langsung memungkinkan pengurus LDII memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih komprehensif.
“Silaturahim Idul Fitri bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ini penting agar Munas benar-benar menghasilkan kebijakan yang berbasis kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Iqbal Latief.
Ia menambahkan, DPW LDII Jawa Timur telah aktif melakukan audiensi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga unsur Forkopimda guna memperkuat sinergi dan komunikasi kelembagaan.
“Kami telah melakukan audiensi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai stakeholder strategis. Ini bagian dari upaya membangun kolaborasi yang konstruktif sekaligus menghimpun aspirasi yang akan dibawa ke Munas,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat akan memperkuat posisi LDII sebagai organisasi yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Dengan komunikasi yang baik dan terbuka, LDII dapat terus berkontribusi dalam menjaga persatuan serta mendukung program pembangunan nasional,” tambahnya.(Ac)
Sementara itu, Dewan Penasehat DPW LDII Jawa Timur, H. Iqbal Latief, menegaskan bahwa langkah Ketua Umum tersebut sangat relevan dalam memperkuat akar organisasi di daerah.
Menurutnya, pendekatan silaturahim yang dilakukan secara langsung memungkinkan pengurus LDII memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih komprehensif.
“Silaturahim Idul Fitri bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ini penting agar Munas benar-benar menghasilkan kebijakan yang berbasis kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Iqbal Latief.
Ia menambahkan, DPW LDII Jawa Timur telah aktif melakukan audiensi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga unsur Forkopimda guna memperkuat sinergi dan komunikasi kelembagaan.
“Kami telah melakukan audiensi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai stakeholder strategis. Ini bagian dari upaya membangun kolaborasi yang konstruktif sekaligus menghimpun aspirasi yang akan dibawa ke Munas,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat akan memperkuat posisi LDII sebagai organisasi yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Dengan komunikasi yang baik dan terbuka, LDII dapat terus berkontribusi dalam menjaga persatuan serta mendukung program pembangunan nasional,” tambahnya.(Ac)


Posting Komentar