LDII Sidoarjo — Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, K.H. Mohammad Fauzan, menjadi imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di halaman Masjid Sabilurrosyidin, PAC Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu pagi (21/3/2026).
Di hadapan ratusan jamaah solat Idul Fitri K.H. Mohammad Fauzan menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum muhasabah atau evaluasi diri bagi umat Islam setelah menjalani ibadah selama bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah “madrasah” atau sarana pembelajaran untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Allah bukan hanya Tuhannya bulan Ramadan, tetapi juga Tuhannya bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, semangat ibadah yang terbentuk selama Ramadan harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meningkatnya kualitas ibadah selama Ramadan tidak terlepas dari motivasi kuat dalam diri setiap muslim untuk beribadah. Namun demikian, hal tersebut harus menjadi bekal untuk menjaga konsistensi ibadah pada bulan-bulan berikutnya.
Lebih lanjut, ia mencontohkan para sahabat Nabi yang senantiasa berdoa agar dapat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan pada tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan ibadah sepanjang waktu.
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Mohammad Fauzan juga mengingatkan pentingnya memaksimalkan ibadah, khususnya pada 10 hari terakhir Ramadan melalui i’tikaf di masjid. Menurutnya, i’tikaf memberikan kesempatan lebih besar untuk memperbanyak amalan seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, dan melaksanakan salat malam.
“I’tikaf di masjid membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Idulfitri tidak semata-mata menjadi ajang mengenakan pakaian baru atau bersenang-senang. Lebih dari itu, Idulfitri harus dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan mempererat tali silaturahmi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan bertetangga. “Dalam hadis disebutkan bahwa seseorang tidak akan masuk surga jika memutus hubungan silaturahmi. Oleh karena itu, saling berkunjung, memberi salam, dan bersedekah perlu terus ditingkatkan,” tuturnya.
Menutup nasehatnya, K.H. Mohammad Fauzan mengajak seluruh umat Islam untuk terus beribadah secara konsisten hingga akhir hayat, sebagaimana firman Allah SWT, “Wa‘bud rabbaka hatta ya’tiyakal yaqin” (sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan/ajal).
K.H. Mohammad Fauzan juga tidak lupa mengucapkan Taqobbalallohu minna waminkum, mohon maaf lahir batin.
Pelaksanaan Salat Idulfitri tersebut tidak hanya diikuti oleh warga LDII, tetapi juga dihadiri masyarakat umum di sekitar masjid. Kegiatan ini terbuka untuk umum sehingga memungkinkan partisipasi warga dari berbagai kalangan. (YM)



Posting Komentar