Tim Falaqiah LDII saat mengikuti sidang
Isbat bersama Kemenag dan PCNU Sidoarjo


LDII Sidoarjo — Tim Falakiah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Sidoarjo bersama Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawwal 1447 Hijriah pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026.

Kegiatan observasi dipusatkan di Markaz PCNU Sidoarjo lantai 10 Gedung RS Siti Hajar Sidoarjo. Lokasi ini berada pada koordinat 07°26'43,20" LS dan 112°43'20,55" BT, dengan ketinggian sekitar 31 meter di atas permukaan laut. Titik ini dipilih karena memiliki cakrawala barat yang relatif terbuka sehingga dinilai representatif untuk pengamatan hilal.

Berdasarkan data hisab yang dirilis LF LDII Jawa Timur menggunakan metode kitab Ad-Durrul Aniq, posisi hilal pada saat matahari terbenam menunjukkan ketinggian yang masih rendah. Tinggi hilal hakiki tercatat 02° 18' 29", sedangkan tinggi hilal mar’i 01° 32' 16". Elongasi mencapai 05° 35' 27", dengan lama hilal di atas ufuk hanya 9 menit 14 detik. Adapun umur hilal saat itu 9 jam 14 menit 44 detik.

Secara astronomis, posisi hilal saat ghurub matahari berada pada ketinggian 01° 32' 16", dengan azimut 273° 52' 50" dan elongasi 05° 10' 02". Sementara itu, matahari terbenam pada pukul 17:41:19 WIB (azimut 269° 24' 06"), sedangkan hilal terbenam pada pukul 17:50:33 WIB (azimut 273° 52' 50").

Proses rukyat dilakukan menjelang matahari terbenam dengan menggunakan alat bantu optik. Tim pengamat melakukan pemantauan secara intensif sejak matahari terbenam hingga batas waktu hilal berada di atas ufuk.

Tim Rukyat dari LDII Sidoarjo saat melakukan pengamatan hilal di Markaz PCNU Sidoarjo.


Namun, hingga akhir waktu pengamatan, hilal tidak berhasil terlihat. Tim falakiah LDII Sidoarjo, Yusuf Mariyono menyampaikan, “Hilal pada 29 Ramadan 1447 H di wilayah Sidoarjo tidak terlihat.”

Ia menambahkan, hasil rukyat tersebut telah dilaporkan ke DPP LDII di Jakarta sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan awal Syawwal. “Hasil ini selanjutnya menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan rukyatul hilal ini juga dihadiri oleh tim LF PCNU Sidoarjo, perwakilan Pengadilan Agama, Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Sidoarjo, unsur Muhammadiyah, serta awak media.

Pelaksanaan rukyat bersama ini menjadi wujud sinergi antarorganisasi keagamaan dalam menjaga ukhuwah Islamiyah, sekaligus komitmen bersama dalam penentuan kalender hijriah yang akurat, ilmiah, dan sesuai dengan syariat Islam. (YM)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar