Kapolsek Krian, Kompol Galih Putra Samodra, S.I.K., M.A. bersilaturahim dengan PC LDII Krian di Gazebo Pentol Mbak Ira, Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kamis (5/11/2026). Pertemuan membahas program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan potensi pelibatan UMKM dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.


SIDOARJO – Kapolsek Krian, Kompol Galih Putra Samodra, S.I.K., M.A., bersilaturahim dengan pengurus Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Krian, Kamis (5/11/2026). Pertemuan yang berlangsung di Gazebo Pentol Mbak Ira, Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, tersebut membahas program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) yang digagas Kapolri Irjen Pol. Suyudi.

Dalam pertemuan tersebut, Galih menjelaskan bahwa program Poliran bertujuan menekan angka kriminalitas yang berkaitan dengan tingginya pengangguran. Melalui program ini, kepolisian berupaya memberikan pembinaan kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar memperoleh kesempatan kerja.

“Melalui silaturahim ini kami ingin lebih dekat dengan para UMKM yang ada di Krian serta bisa menentukan pembinaan seperti apa nantinya bagi para pengangguran,” ujar Galih.

Ia juga berharap program tersebut mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui pelatihan pengelolaan usaha hingga kemungkinan bantuan tambahan modal.

“Syukur-syukur ada tambahan modal malah lebih bagus,” imbuhnya.

Kapolsek Krian, Kompol Galih Putra Samodra, S.I.K., M.A. bersama PC LDII Krian membahas program Poliran di Gazebo Pentol Mbak Ira Desa Sidomojo Sidoarjo.

Silaturahim tersebut juga dihadiri Kepala Desa Sidomojo beserta perangkat desa, Babinsa Desa Sidomojo, Pembina Senkom Sidoarjo, serta sesepuh Pondok Al-Huda Tundungan.


Ketua PC LDII Krian Tri Wahyu Utomo, yang mendampingi H. Imam Nurhadi selaku pemilik usaha Pentol Mbak Ira, menyambut baik pembahasan program Poliran. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan salah satu fokus pengabdian LDII, yakni membangun sumber daya manusia (SDM) yang profesional religius.

“LDII Krian mendukung program tersebut karena sesuai dengan delapan klaster pengabdian LDII, yaitu membangun SDM yang profesional religius,” ujar Tri Wahyu Utomo.

Ia menjelaskan, warga LDII yang memiliki usaha diharapkan dapat memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat umum. Dengan demikian, keberadaan usaha yang dikelola warga tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi, tetapi juga berpeluang membuka lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar.

“Sebagai bentuk kontribusi kami pada masyarakat, kami mengimbau agar masyarakat umum ikut terlibat menjadi pekerja. Jadi, kita sudah sejalan dengan program Poliran tersebut,” imbuhnya.


Tri Wahyu Utomo berharap LDII dapat ikut berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program Poliran. Keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat diharapkan dapat membuka peluang kerja serta membantu mengurangi pengangguran di wilayah Kecamatan Krian.

Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara kepolisian, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, dan pelaku usaha untuk membahas potensi kerja sama dalam pembinaan masyarakat.


Melalui pendekatan tersebut, program Poliran diharapkan dapat membuka ruang keterlibatan UMKM dalam membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja. Upaya ini juga diharapkan mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kecamatan Krian.(KIM)

Posting Komentar