
Pengurus DPW LDII Jawa Timur bersilaturahim dengan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Timur, Surabaya, Rabu (9/9/2026).
SURABAYA — Pengurus DPW LDII Jawa Timur bersilaturahim dengan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Timur, Rabu (9/9/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Timur melalui pendekatan berbasis komunitas.
Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur Akhmad Malik Afandi mengatakan, LDII siap membantu pemerintah memperluas cakupan CKG dengan memanfaatkan jaringan organisasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Kami ingin membantu pemerintah agar program Cek Kesehatan Gratis dapat menjangkau masyarakat secara maksimal di Jawa Timur. LDII memiliki jaringan pengurus di kabupaten dan kota, pondok pesantren, serta sekolah yang bisa digerakkan untuk mendukung program ini,” kata Akhmad.
Akhmad mengatakan, LDII akan memanfaatkan kegiatan pengajian rutin di berbagai daerah di Jawa Timur untuk mendorong warga mengikuti CKG secara serentak.
Menurut dia, kegiatan pengajian pada September juga akan dimanfaatkan sebagai momentum pemeriksaan kesehatan di masing-masing DPD LDII kabupaten dan kota.
“Launching CKG dijadwalkan pada 13 September dan diikuti jajaran LDII kabupaten dan kota secara daring. Pemeriksaan ditargetkan menjangkau 500 sampai 1.000 peserta per daerah atau sekitar 40.000 orang secara keseluruhan,” ungkap Akhmad.
Target tersebut merupakan rencana pelaksanaan yang disampaikan pihak LDII dalam pertemuan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono menyambut keterlibatan LDII dalam pelaksanaan CKG. Menurut Erwin, dukungan organisasi masyarakat dapat membantu pemerintah meningkatkan cakupan pemeriksaan, terutama di daerah yang masih membutuhkan dorongan.
“Prinsipnya kita sangat bahagia. Target kita tahun ini 45 persen dari total jumlah penduduk yang harus diperiksa. Per Agustus kita baru sekitar 38,3 persen,” kata Erwin.
Erwin mengatakan, masih terdapat sejumlah kabupaten dan kota yang perlu didorong dalam pelaksanaan CKG. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi masyarakat yang memiliki jaringan di berbagai daerah dinilai dapat memberikan dukungan tambahan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan CKG pada 2026 dikembangkan dengan pendekatan berbasis komunitas. Melalui konsep tersebut, pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di luar fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di lokasi yang disiapkan oleh LDII.
“Di tahun 2026 ini untuk CKG kita konsepnya meningkatkan dengan sistem CKG di komunitas. Jadi bisa dilaksanakan di luar fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Pengurus DPW LDII Jawa Timur bertemu Kepala Dinas Kesehatan Jatim membahas Cek Kesehatan Gratis berbasis komunitas.

Erwin menyarankan agar pelaksanaan tahap awal memiliki sasaran yang jelas. Untuk kegiatan berbasis komunitas, kelompok dewasa dan lanjut usia dapat menjadi prioritas karena paket pemeriksaannya relatif seragam.
Menurut Erwin, CKG merupakan hak masyarakat yang diberikan berdasarkan siklus hidup, dengan paket pemeriksaan berbeda sesuai kelompok usia. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara bertahap dengan tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten dan kota serta Puskesmas setempat.
Selain pemeriksaan, Erwin mengingatkan pentingnya tindak lanjut setelah peserta mengetahui kondisi kesehatannya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan di fasilitas kesehatan memungkinkan tenaga medis melakukan penegakan diagnosis dan memberikan tindakan. Sementara itu, pemeriksaan di komunitas lebih berfungsi sebagai skrining sehingga peserta yang memiliki indikasi masalah kesehatan perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan.
“Kalau di komunitas, kita belum ada penegakan diagnosis pasti. Jadi harus tetap dirujuk untuk penegakan diagnosis,” ujar Erwin.
Karena itu, Erwin meminta dukungan LDII untuk membantu mengawal masyarakat yang hasil pemeriksaannya membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Menurut dia, keberhasilan CKG tidak cukup diukur dari jumlah masyarakat yang menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan juga perlu ditindaklanjuti agar masyarakat yang sehat dapat mempertahankan pola hidup sehat, sementara mereka yang ditemukan memiliki masalah kesehatan dapat memperoleh pengobatan.
Posting Komentar